PERANAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM PENANGGULANGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

III. Pendahuluan

  1. 1.      Latar Belakang

Perusahaan adalah bentuk organisasi yang melakukan aktivitas dengan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Murni, 2001) Perusahaan yang berorientasi pada laba akan berusaha menggunakan sumber daya yang dimilikinya semaksimal mungkin untuk memperoleh laba demi kelangsungan hidupnya sehingga berakibat pada dampak lingkungan baik secara positif maupun secara negatif (Harahap, 1999).
Perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan selalu berinteraksi dengan lingkungannya sebab lingkungan memberikan andil dan kontribusi bagi perusahaan, terjadi pergeseran tujuan perusahaan (Yuniarti, 1998).

Pertama, pandangan konvensional, yaitu menggunakan laba sebagai ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan dengan kinerja yang baik adalah perusahaan yang mampu memperoleh laba maksimal untuk kesejahteraan stickholder. Kedua, pandangan modern, yaitu tujuann perusahaantidak hanya mencapai laba maksimal tetapi juga kesejahteraan sosial dan lingkungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Glueck dan Jauck (1984) bahwa tujuan perusahaan meliputi profitabilitas, efisiensi, kepuasan, dan pengembangan karyawan, tanggung jawab sosial dan hubungan baik dengan masyarakat serta kelangsungan usaha dan tujuan lainnya.

Selama ini perusahaan dianggap sebagai lembaga yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar dan masyarakat pada umumnya. Keberadaan perusahaan dianggap mampu menyediakan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi maupun penyedia lapangan pekerjaan. Perusahaan didalam lingkungan masyarakat memiliki sebuah legitimasi untuk bergerak leluasa melaksanakan kegiatannya, namun lama kelamaan karena posisi perusahaan menjadi amat vital dalam kehidupan masyarakat maka dampak yang ditimbulkan juga akan menjadi sangat besar. Dampak yang muncul dalam setiap kegiatan operasional perusahaan ini dipastikan akan membawa akibat kepada lingkungan di sekitar perusahan itu menjalankan usahanya. Dampak negatif yang paling sering muncul ditemukan dalam setiap adanya penyelenggaraan operasional usaha perusahaan adalah polusi suara, limbah produksi, kesenjangan, dan lain sebagainya dan dampak semacam inilah yang dinamakan Eksternality (Harahap, 1999).

Besarnya dampak Eksternalities ini terhadap kehidupan masyarakat yang menginginkan manfaat perusahaan menyebabkan timbulnya keinginan untuk melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan secara tersistematis sehingga dampak negatif dari eksternalities ini tidak menjadi semakin besar. Dari hal semacam ini kemudian mengilhami sebuah pemikiran untuk mengembangkan ilmu akuntansi yang bertujuan untuk mengontrol tanggung jawab perusahaan. Adanya tuntunan ini maka akuntansi bukan hanya merangkum informasi data keuangan antara pihak perusahaan dengan pihak ketiga namun juga mengatasi hubungan dengan lingkungan. Ilmu akuntansi yang mengatur proses pengukuran, penyajian, pengungkapan, dan pelaporan eksternalities tersebut disebut dengan Akuntansi lingkungan.

Didalam dunia bisnis dikenal akuntansi yang merupakan penyedia informasi dan merupakan alat pertanggungjawaban manajemen yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Didalam akuntansi konvensional, informasi dalam laporan keuangan merupakan hasil transaksi perusahaan dari pertukarang barang dan jasa antara dua atau lebih entitas ekonomi (Belkoui, 1981). Pertukaran barang antara perusahaan dan lingkungan sosialnya menjadi cenderung diabaikan akibat dari perlakukan akuntansi tersebut yang menyebabkan pengguna laporan keuangan memperoleh informasi yang kurang lengkap terutama mengenai hal hal yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pada mulanya akuntansi diartikan hanya sekedar sebagai prosedur pemrosesan data keuangan. Pengertian ini dapat ditemukan dalam Accounting Terminology Bulletin yang diterbitkan oleh AICPA (American Institute of Certified Public Accounting). Dalam Accounting Terminology Bulettin no.1 dinyatakan sebagai berikut:

Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and in the term of money, transaction and event which are and part, at least of finantial character and interpreting the result there of.” (AICPA, 2000)

 

Pada perkembangannya, akuntansi tidak hanya sebatas proses pertanggung jawaban keuangan namun juga mulai merambah ke wikayah pertanggung jawabab sosial lingkungan sebagai ilmu akuntansi yang relatif baru. Akuntansi lingkungan menunjukkan biaya riil atas input dan proses bisnis serta memastikan adanya efisiensi biaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur biaya kualitas dan jasa. Tujuan utamanya adalah dipatuhinya perundangan perlimdungan lingkungan untuk menemukan efisiensi yang mengurangi dampak dan biaya lingkungan.

Dalam akuntansi secara umum yang terjadi adalah pengukuran dan pencatatan terhadap dampak yang timbul dari hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen produk namun dalam akuntansi lingkungan lebih cenderung menyoroti masalah aspek sosial atau dampak dari kegiatan secara teknis, misalnya pada saat penggunaan alat atau bahan baku perusahaan yang kemudian akan menghasilkan limbah produksi yang berbahaya. Bidang ini amat penting sebab khususnya di Indonesia saat ini terlalu banyak perusahaan baik badan usaha milik negara maupun swasta yang dalam pelaksanaan operasi usaha ini menimbulkan kerusakan ekosistem karena adanya limbah produksi perusahaan yang tentu memerlukan alokasi biaya penanganan khusus untuk hal tersebut. .

Isu lingkungan bukan lagi merupakan suatu isu yang baru. Persoalan lingkungan semakin menarik untuk dikaji seiring dengan perkembangan teknologi dan ekonomi global dunia. Secara perlahan terjadi perubahan yang mendasar dalam pola hidup bermasyarakat yang secara langsung atau tidak memberikan pengaruh pada lingkungan hidup. Indonesia sebagai Negara sedang berkembang tidak terlepas pula dari persoalan lingkungan yang semakin hari semakin terasa dampaknya. Era industrialisasi dasatu pihak menitik beratkan pada penggunaan teknologi seefisien mungkin sehingga terkadang mengabaikan aspek-aspek lingkungan. Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya arti lingkungan mulai tumbuh secara perlahan-lahan. Kesadaran ini tentunya menjadi modal dasra sebagai system control bagi perusahaan-perusahaan sehingga efek samping industrialisasi perusahaan dapat termarjinalkan. Aktualisasi kesadaran ini mulai kelihatan dengan gencarnya reaksi masyarakat terhadap perubahan yang terjadi dari suatu system. Pembuangan air limbah dari satu industry atau penebangan hutan yang menyimpang selalu menjadi sorotan tajam.

Persoalan lingkungan dengan pencemaran limbah misalnya, banyak perusahaan-perusahaan telah diberhentikan operasionalnya karena masalah lingkungan yang dicemarkan oleh perusahaan tersebut. Contoh lainnya berkaitan dengan isu clean government, isu ini berkaitan dengan perubahan system perundang-undangan lingkungan hidup telah menjadi sorotan tajam diberbagai media.

Polusi dan pengelolaan limbah yang buruk membawa dampak negative yang tinggi terhadap perekonomian Indonesia. Bank dunia mencatat akibat dari pengelolaan limbah yang buruk mengakibatkan:

  • Total kerugian ekonomi dari terbatasnya akses terhadap air bersih dan sanitasi, diestimasi secara konservatif adalah sebesar 2% dari PDB tiap tahunnya
  • Biaya yang timbul dari polusi udara terhadap perekonomian Indonesia diperkirakan sekitar 400 juta dollar setiap tahunnya
  • Biaya yang timbul akibat polusi udara di wilayah Jakarta saja diperkirakan sebanyak 700 juta dollar per tahunnya

Alokasi biaya lingkungan terhadap produk atau proses produksi dapat memberikan manfaat motivasi bagi manajer atau bawahannya untuk menekan polusi sebagai akibat dari proses produksi tersebut Didalam akuntansi konvensional, biaya ini dialokasikan pada biaya overhead dan pada akuntansi tradisional dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan dialokasikan keproduk tertentu atau dialokasikan pada kumpulan kumpulan biaya yang menjadi biaya tertentu sehingga tidak dialokasikan keproduk secara spesifik.
Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan adalah limbah produksi.

Dalam UU no. 23 tahun1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah diartikan sebagai sisa suatu usaha dan atau kegiatan produksi, sedangkan pencemaran diartikan sebagai proses masuknya makhluk hidup atau zat, dam energi maupun komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan itu tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Limbah produksi yang dihasilkan oleh operasional perusahaan terdapat kemungkinan bahwa lembah tersebut berbahaya bagi lingkungan sehingga lembah sebagai residu operasional perusahaan memerlukan pengelolaan dan penanganan khusus oleh perusahaan agar tidak menyebabkan dampak negatif yang lebih besar terhadap lingkungan tempat perusahaan beroperasi. Sebagai sebuah bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mengatasi masalahlimbah hasil operasional perusahaan adalah dengan dilakukannya pengelolaan limbah operasional perusahaan tersebut dengan cara tersistematis melalui proses yang memerlukan biaya yang khusus sehingga perusahaan melakukan pengalokasian nilai biaya tersebut dalam pencatatan keuangan perusahannya.

Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengidentifikasikan, mengukur, menilai, dan melaporkan akuntansi lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengukuran, penilaian, pengungkapan dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan

Tujuan dari akuntansi lingkungan adalah untuk meningkatkan jumlah informasi relevan yang dibuat bagi mereka yang memerlukan atau dapat menggunakannya. Keberhasilan akuntansi lingkungan tidak hanya tergantung pada ketetapan dalam menggolongkan semua biay-biaya yang dibuat perusahaan. Akan tetapi kemampuan dan keakuratan data akuntansi perusahaan dalam menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktifitas perusahaan. Tujuan lain dari pentingnya pengungkapan akuntansi lingkungan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan konservasi lingkungan oleh perusahaan maupun organisasi lainnya yaitu mencakup kepentingan organisasi public dan perusahaan-perusahaan public yang bersifat local. Pengungkapan ini penting terutama bagi para stakeholders untuk dipahami, dievaluasi dan analisis sehingga dapat member dukungan bagi usaha mereka. Oleh karena itu, akuntansi lingkungan selanjutnya menjadi dua bagian dari suatu system social perusahaan.

 

 

Perhitungan biaya dalam penanganan limbah tersebut diperlukan adanya perlakuan akuntansi yang tersistematis secara benar. Perlakuan terhadap masalah penanganan limbah hasil operasional perusahaan ini menjadi sangat penting dalam kaitannya sebagai sebuah kontrol tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannya. Proses pengukuran, penilaian, pengungkapan dan penyajian informasi perhitungan biaya pengelolaan limbah tersebut merupakan masalah akuntansi yang menarik untuk dilakukan penelitian sebab selama ini belum dirumuskan secara pasti bagaimana metode pengukuran, penilaian, pengukapan, dan penyajian akuntansi lingkungan di sebuah perusahaan.

Akuntansi lingkungan sudah didorong dengan mantap di dalam dua dekade yang terakhir sebagai hasil keprihatinan lingkungan yang diangkat oleh banyak negara-negara di seluruh dunia. Kendati tambahan banyak sekali mempunyai untuk meliput statistik lebih nasional dan menciptakan baru memegang buku bahwa perhitungan-perhitungan buatan sungguh kebingungan, akuntansi lingkungan sudah dipandang dengan baik dekat beberapa negara-negara. Manfaat-manfaat dari metodologi akuntansi lingkungan yang ditingkatkan termasuk data lebih baik untuk implementasi kebijakan, satu kesadaran yang ditingkatkan dari dampak dari berbagai tindakan-tindakan dan indikator ekonomi di lingkungan, dan gagasan-gagasan lebih baik di bagaimana caranya dengan baik menyesuaikan perkembangan berkelanjutan untuk datang generasi-generasi (Lange, 2003). Jadi; Dengan demikian, beberapa proyek-proyek akuntansi lingkungan sudah membendung dan sudah tumbuh baru-baru ini

 

 

 

 

 

 

.

  1. 2.      Rumusan Masalah

Peran akuntansi lingkungan dalam penanggulangan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan.

  1. 3.      Tujuan dan Manfaat

3.1.Tujuan:

  • Untuk memperkenalkan akuntansi lingkungan sebagai cabang dari ilmu akuntansi
  • Untuk memberikan alternative penanggulangan kerusakan lingkungan

3.2.Manfaat:

  • Untuk memberikan image lain kepada para akuntan
  • Untuk memperkenalkan akuntansi lingkungan sebagai isu baru dalam penanggulangan kerusakan lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. Pembahasan (Tinjauan Pustaka)

  1. 1.      Sejarah Akuntansi Lingkungan

Konsep akuntansi lingkungan sebenarnya sudah mulai berkembang sejak tahun 1970-an di Eropa. Pesatnya perkembangan konsep ini didasarkan pada banyaknya tekanan dari lembaga-lembaga bukan pemerintah, serta meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat luas yang mendesak agar perusahaan-perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan bukan hanya kegiatan industry demi bisnis saja. Namun, sampai dengan pertengahan tahun 1990-an konsep atau kata ini tidak banyak terdengar termasuk di Jepang. Pada pertengahan tahun 1990-an komite standar akuntansi internasional mengembangkan konsep tentang prinsip-prinsip akuntansi internasional. Termasuk di dalamnya pengembangan akuntansi lingkungan dan audit hak-hak azasi manusia. Disamping itu, standar industry juga semakin berkembang dan auditor professional seperti AICPA mengeluarkan prinsip-prinsip universal tentang audit lingkungan.

Pada tahun 1999 Badan Lingkungan Hidup Jepang yang kemudian berubah menjadi Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan panduan akuntansi lingkungan pada bulan Mei tahun 2000. Panduan ini kemudian disempurnakan lagi pada tahun 2002 dan 2005. Semua perusahaan di Jepang diwajibkan menerapkan akuntansi lingkungan. Perusahaan-perusahaan besar Jepang seperti Fuji Xerox mulai menempatkan posisi akuntansi lingkungan sederajat dengan posisi akuntansi keuangan.

Latar belakang pentingnya akuntansi lingkungan pada dasarnya menuntut kesadaran penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Manfaat yang diambil ternyata telah berdampak pada maju dan berkembangnya bisnis perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan-perusahaan atau organisasi lainnya agar dapat meningkatkan usaha dalam mempertimbangkan konversi lingkungan secara berkelanjutan. Usaha yang dibuat tentunya berkaitan dengan akuntansi lingkungan yang merupakan bagian dari aktivitas bisnis mereka. Salah satu usaha tersebut adalah memasukkan anggaran lingkungan pada laporan keuangan dan pertanggungjawaban perusahaan. Laporan keuangan merupakan bagian dari data perusahaan. Data akuntansi lingkungan tidak hanya digunakan oleh perusahaan atau internal organisasi lainnya, tetapi juga dugunakan untuk seluruh public.

Di Indonesia, IAI yang menjadi wadah professional akuntan kelihatannya masih belum ada perhatian serius sehubungan dnegan pengembangan dan penetapan prosedur standar akuntansi lingkungan untuk dapat dijadikan sebagai pedoman bagi perusahaan-perusahaan dalam membuat pelaporan akuntansi lingkungannya.

  1. 2.      Penerapan Akuntansi Lingkungan

Unsur-unsur akuntansi lingkungan dibagi ke dalam beberapa jenis. Jenis pertama adalah biaya lingkungan. Jenis kedua adalah keuntungan konversi lingkungan, sedangkan jenis ketiga berhubungan dengan keuntungan ekonomi dari kegiatan konversi lingkungan.

Biaya lingkungan pada dasarnya berhubungan dengan biaya produk,proses, system atau fasilitas penting untuk pengambilan keputusan manajemen yang lebih baik. Tujuan perolehan biaya adalah

  • Bagaimana cara mengurangi biaya-biaya lingkungan
  • Meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kinerja lingkungan dengan member perhatian pada situasi sekarang
  • Masa yang akan dating dan biaya-biaya manajemen yang potensial.

Oleh karena itu, bagaimana suatu perusahaan menggambarkan biaya lingkungan tergantung pada bagaimana niat untuk menggunakan informasi dan skala atau lingkup dari pelatihan.

Biaya lingkungan dapat diklasifikasikan dalam setiap atau seluruh kategori-kategori dari perusahaan-perusahaan berbeda-beda. Lebih baik memusatkan perhatian pada biaya lingkungan untuk keputusan-keputusan manajemen.

Biaya lingkungan yang berasal dari awal (upstream) merupakan biaya yang terjadi sebelum operasi dari proses, system atau fasilitas. Biaya-biaya yang termasuk ke dalamnya berhubungan dengan kedudukan, desain dari produk lingkungan yang lebih baik atau proses, kualifikasi dari supplier, evaluasi alternative peralatan pengendalian polusi dan seterusnya. Apakah diklasifikasikan sebagai overhead atau riset dan pengembangan, biaya-biaya ini dapat dengan mudah dilupakan ketika para manajer dan analis terfokus pada biaya proses operasional, system dan fasilitas.

Regulasi dan pengungkapan biaya-biaya lingkungan yang terjadi dalam operasional suatu proses, system atau fasilitas, karena beberapa perusahaan tradisional mempunyai hubungan dengan biaya-biaya seperti overhead, mereka tidak akan memberikan perhatian yang sesuai dari manager dan analis pertanggungjawaban yntuk operasi setiap harinya serta keputusan bisnisnya. Pentingnya biaya ini juga barangkali lebih sulit dietntukan karena hasil tentang penyatuannya dalam penghitungan overhead.

Ketika biaya awal dan biaya operasional sekarang barangkali digelapkan oleh praktik akuntan manajemen, biaya lingkungan di akhir tidak dapat dimasuki oleh system akuntansi manajemen secara keseluruhan. Biaya lingkungan dari operasional sekarang ini merupakan prospektif, artinya biaya-biaya akan terjadi lebih atau kurangtergambar dengan baik pada masa mendatang.

Biaya konservasi lingkungan diukur dengan satuan rupiah adalah investasi dan biaya-biaya berhubungan dengan pencegahan, pengurangan dan/atau penghindaran dampak lingkungan, bergerak dari kenyataan, melakukan perbaikan yang terjadi setelah bencana dan kegiatan lainnya.

Keuntungan yang diperoleh perusahaan ketika melakukan konservasi lingkungan berasal dari pencegahan, pengurangan dan/atau penggagalan dampak lingkungan, memperbaiki beberapa dampak, perbaikan dilakukan setelah bencana terjadi serta kegiatan-kegiatan lainnya yang diukur dalam unit fisik.

Keuntungan konservasi lingkungan diukur dengan unit fisik yaitu keuntungan diperoleh dari pencegahan, pengurangan, dan/atau penghindaran dari dampak lingkungan, bergerak dari kenyataan, melakukan perbaikan yang terjadi setelah bencana kegiatan lainnya.

Keuntungan ekonomi dari kegiatan konservasi lingkungan menjelaskan bahwa keuntungan yang diperoleh atas laba perusahaan sebagai suatu hasil dari kemajuan. Biaya kinservasi lingkungan merupakan biaya yang dipikul oleh perusahaan dan organisasi lainnya untuk melakukan kegiatan konservasi lingkungan. Biaya-biaya tersebut bukan merupakan biaya yang dibebankan ke dalam bentuk pemulihan kesehatan atau pencegahan polusi lingkungan, pencemaran udara sebagai suatu keseluruhan hasil dari kegiatan bisnis perusahaan maupun organisasi lainnya.

Biaya social sering juga disebut dengan biaya/pengeluaran tak terduga. Padahal biaya social tidak selalu tidak bias diduga. Ada banyak penelitian dalam konsep biaya social, tetapi umumnya menjelaskan makna yang ditempatkan pada biaya yang berhubungan dengan masayarakat sebagai suatu hasil dari dampak lingkungan khusus perusahaan maupun organisasi lainnya, atau suatu entitas yang tidak ditentukan. Mungkin memang ada biaya social seperti sumbangan-sumbangan yang sifatnya benar-benar tidag terduga. Untuk mengahdapi jenis-jenis biaya social seperti ini, manager dapat melakukan perkiraan berapa jumlah batasan yang kira-kira akan dikeluarkan perusahaan mengenai kegiatan konservasi lingkungan. Prinsipnya adalah tetap dapat membuat perkiraan.

Keuntungan ekonomi berhubungan dengan kegiatan konservasi lingkungan diukur dengan satuan rupiah merupakan keuntungan terhadap laba perusahaan sebagai suatu hasil dari kemajuan kegiatan konservasi lingkungan.

Fungsi penting dari akuntansi lingkungan adalah untuk menempatkan biaya-biaya lingkungan agar diperhatikan oleh para stakeholders perusahaan yang sanggup dan termotivasi untuk mengidentifikasi bagaimana cara-cara mengurangi atau menghindari biaya-biaya ketika pada saat yang bersamaan sedang memperbaiki kualitas lingkungan.

Pemisahan biaya lingkungan dari jumlah overhead sering menyembunyikan dan mengalokasikan Biaya-biaya terhadap produk yang tidak tepat, pada proses, system atau fasilitas yang secara langsung bertanggung jawab mengungkapkan biaya-biaya ini bagi para manajer, analis biaya, insinyur, perancang dan lainnya. Kritikan ini tidak hanya untuk perusahaan dalam menghitung akurasi dari biaya produksi bagi produk dan proses yang berbeda, tetapi juga untuk membantu target manajer mengurangi biaya kegiatan-kegiatan yang dapat memperbaiki kualitas lingkungan. Terdapat dua pendekatan umum dalam mengalokasikan biaya-biaya lingkungan, yaitu:

  1. Dikembangkan sesuai alokasi biaya langsung ke dalam system akuntansi biaya
  2. Menangani alokasi biaya di luar system akuntansi

 

Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang diperkirakan. Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan terhadap kondisi tertentu.

Keputusan penyusunan anggaran modal dibuat ketika kebutuhan untuk itu muncul dan melibatkan jumlah uang yang relative besar, komitmen dana jangka panjang dan ketidakpastian yang disebabkan oleh panjangnya waktu yang terlibat dan kesulitan dalam mengestimasikan variable-variabel pengambilan keputusan. Karena melibatkan jumlah dana yang begitu besar, keputusan anggaran modal yang salah dapat mengakibatkan kebangkrutan, masalah-masalah arus kas yang sulit, atau paling tidak, kegagalan untuk mengoptimalkan operasi perusahaan. Akibatnya, keanyakan perusahaan melakukan pendekatan terhadap keputusan ini dengan serius dan terus menerus mencari cara untuk memperbaiki proses penyusunan anggaran modal.

Ketika melakukan evaluasi terhadap besaran potensi dari investasi mdal, penting untuk mempertimbangkan secara penuh aspek-aspek yang berkaitan dengan biaya lingkungan, biaya savings maupun pendapatan-pendapatan lainnya sebagai usaha menempatkan modal investasi untuk pencegahan polusi berdasarkan tingkat yang dikerjakan dilapangan, Termasuk dengan pilihan investasi lainnya. Untuk melakukan hal ini, dentifikasi dan masukan jenis-jenis dari biaya (dan pendapatan) akan membantu untuk menunjukkan kelangsungan keuangan dari investasi teknologi yang bersih. Analisis data kualitatif dan isu-isu yang tidak dengan mudah dikuantifikasikan, secara potensial akan lebih sedikit perannya mengukur invesatsi dalam usaha untuk mencegah polusi. Setelah mengumpulkan dan mengembangkan data lingkungan, biaya-biaya yang dialokasikan dan direncanakan, biaya savings dan pendapatn-pendapatan potensial dari produk, proses, system atau fasilitas yang terfokus terhadap keputusan penganggaran modal, dimulai dengan cara-cara mengestimasi biaya-biaya dan pendapatan. Selanjutnya bergerak kea rah perhitungan biaya lingkungan dan keuntungan-keuntungan seperti ketidakpastian dan gambaran perusahaan. Keuntungan meningkatkan gambaran perusahaan dalam hubungannya dengan modal investasi untuk mencegah polusi dapat mempenagruhi biaya dan pendapatan dalam cara-cara yang menantang.

Desain dari proses atau produk secara signifikan mempengaruhi biaya dan kinerja lingkungan. Proses desainmelibatkan kesetaraan biaya, kinerja, budaya, hokum dan criteria lingkungan. Banyak perusahaan-perusahaan mengadopsi “desain untuk lingkungan” atau program “desain siklus hidup” untuk pertimbangan lingkungan pada jumlah awal. Untuk melakukan ini, para desainer membutuhkan informasi berdasarkan biaya-biaya lingkungan dan kinerja dari alternative produk/proses desain, banyak informasi dibutuhkan dalam pengambilan keputusan penganggaran modal. Oleh karena itu, membuat biaya lingkungan dan informasi kinerja memberikan bagi para desain untuk memfasilitasi desain lingkungan produk dan proses yang lebih baik.

Pada prinsipnya, lingkup perhitungan dari biaya lingkungan seharusnya sama seperti laporan lingkungan perusahaan. Lingkup perhitungan harus mampu melindungi kelompok bisnis. Meskipun demikian, jika di masalah-masalah ditunjukkan seperti hasil dari perhitungan kinerja untuk kelompok perusahaan sementara waktu, perhitungan seharusnya dibentuk dengan melindungi keseluruhan perusahaan dan lingkup bisnis, dengan membentuk perhitungan sekuential terhadap kenyataan operasional dari perusahaan atau organisasi lainnya seperti yang diinginkan.

Ada beberapa kategori yang berhubungan dengan kegiatan bisnis yaitu

  • bisnis adalah biaya
  • biaya upstream/downstream
  • biaya administrasi
  • biaya penelitian dan pengembangan
  • biaya kegiatan social
  • biaya perbaikan lingkungan
  • biaya lainnya.

Dalam bisnis adalah biaya adalah biaya konservasi lingkungan merupakan pengendalian terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari operasi bisnis dengan area bisnis. Contoh-contoh biaya seperti biaya pencegahan polusi, biaya konservasi lingkungan global, biaya sirkulasi sumberdaya.

Polusi udara memiliki dimensi global dank arena Indonesia telah meratifikasi protocol Kyoto, maka Indonesia dapat mengakses pendanaan dari dana-dana yang disediakan oleh Clean Development Mechanism. Kredit-kredut pengurangan emisi karbon memberikan insentif tambahan bagi industry-industri dan kota-kota untuk berinvestasi dalam efisiensi energy, pengembangan energy yang dapat diperbarui dan peluang-peluang lainnya untuk mengurangi emisi gas-gas rumah kaca. Biaya pencegahan polusi merupakan biaya yang dibuat untuk usaha-usaha mengurangi dampak lingkungan, seperti perlengkapan atau fasilitas yang dipasang untuk mengakhiri emisi yang bertujuan untuk mencegah polusi. Polusi yang mengacu pada  kerusakan kesehatan manusia atau lingkungan hidup yang diciptakan dengan merusak pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh kegiatan bisnis. Dalam istilah actual, format khusus dari populasi seperti yang dirumuskan dalam hokum lingkungan ,seperti polusi udara, polusi air, tanah yang terkontaminasi, gempa, dan bau.

Biaya konservasi lingkungan global merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan dampak negative lingkungan terhadap lingkungan global atau suatu bagian yang luas tentang lingkungan yang dihasilkan dari kegitana manusia. Biaya yang dialokasikan untuk pencegahan pemanasan global, untuk mencegah menipisnya lapisan ozon dan usaha-usaha kegiatankonservasi lingkungan global lainnya. Biaya untuk pencegahan pemanasan global dan konservasi energy berhubungan dengan biaya pencegahan efek rumah kaca dan lain-lain.

Biaya sirkulasi sumber daya didefinisikan sebagai biaya pengeluaran yang dibuat untuk keberlanjuatn perputaran biaya. Usaha sirkulasi sumber daya termasuk penahanan sisa barang, penggunaan siklus dari peredaran sumber daya tanpa tergantung pada nilai pasar dan penjualan barang sisa yang tidak diedarkan kembali. Biaya-biaya yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah:

  • Biaya efisiensi pemanfaatan sumber daya
  • Biaya pendauran ulang barang sisa industry
  • Biaya pendauran ulang pemborosan kotapraja
  • Biaya pemborosan penjualan kotapraja
  • Biaya penjualan barang sisa industry
  • Biaya mendukung peredaran sumber daya

Biaya upstream adalah suatu biaya yang berusaha untuk mengurangi dampak lingkungan yang diciptakan sebelumnya terhadap masukan dar barang-barang dan jasa dalam area bisnis, sebaik biaya yang berhubungan terhadap usaha-usaha. Biaya downstream adalah biaya untuk usaha-usaha mengurangi dampak lingkungan yang diciptakan setelah barang-barang dan jasa yang telah dikeluarkan dari area bisnis, sebaik biaya yang berhubungan dengan usaha-usaha. Dalam biaya upstreams/downstreams, biaya konservasi lingkungan untuk mengendalikan dampak lingkungan yang dihasilkan dari kunci biaya upstream atau biaya downstream operasi bisnis.

Biaya administrasi meliputi pembendungan biaya konservasi lingkungan dari kegiatan administrasi. Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok biaya adminstrasi:

  • Biaya untuk implementasi dan perbaikan dari sitem manajemen lingkungan
  • Biaya untuk pengungkapan dari hubungan informasi lingkungan dengan kegiatan bisnis dan iklan lingkungan
  • Biaya untuk pemantauan dampak lingkungan
  • Biaya untuk pelatihan karyawan
  • Biaya untuk kegiatan perbaikan lingkungan, seperti konservasi alam, penghijauan, proses mempercantik dan pemeliharaan pemandangan, preservasi alam sekitar

Biaya penelitian dan pengembangan meliputi pembendungan biaya konservasi lingkungan dari kegiatan penelitian dan pengembangan. Biaya pembelanjaan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan dialokasikan untuk konservasi lingkungan. Factor-faktor penting dalam biaya penelitian dan pengembangan meliputi:

  • Biaya penelitian dan pengembangan untuk pengembangan produk yang membantu konservasi lingkungan
  • Biaya penelitian dan pengembangan untuk membatasi dampak lingkungan pada bagian pengolahan produk
  • Biaya penelitian dan pengembangan lainnya berhubungan dengan pembatasan dampak lingkungan pada bagian distribusi atau bagian pemasaran produk.

Biaya kegiatan social meliputi pembendungan biaya konservasi lingkungan dari kegiatan social. Biaya kegiatan social adalah jenis biaya yang berhubungan dengan konservasi lingkungan yang dihasilkan untuk kebaikan masyarakat luas. Pertimbangan biaya ini untuk usaha konservasi lingkungan terdiri dari kegiatan social yang hubungan secara tidak langsung terhadap kegiatan bisnis perusahaan atau organisasi lainnya. Adapun manfaat yang dapat diambil dari biaya social antara lain:

  • Biaya untuk kegiatan perbaikan lingkungan, termasuk konservasi alam, perencanaan penghijauan, proses mempercantik dan pemeliharaan pemandangan, preservasi alam sekitar, dengan pengecualian terhadap lokasi bisnis
  • Biaya yang berhubungan dengan sumbangan atau dukungan keuangan dari kelompok lingkungan
  • Biaya yang berhubungan dengan berbagai kegiatan social, seperti dukungan keuangan dari konservasi lingkungan masyarakat local dan pengungkapan dari informasi masyarakat local.

Biaya pemeliharaan lingkungan merupakan alokasi untuk perbaikan dan degradasi lingkungan atas kegiatan-kegiatan bisnis. Adapun manfaat penggunaan biaya ini meliputi:

  • Biaya untuk memugar kembali lingkungan alam sebagaimana aslinya
  • Biaya untuk menutupi degradasi sesuai hubungannya dengan konservasi lingkungan
  • Ketentuan atau pembayaran asuransi untuk menutupi degradasi lingkungan

Biaya perbaikan lingkungan meliputi biaya yang ada menyesuaikan dengan degradasi lingkungan. Biaya untuk kegiatan lingkungan merupakan unsure actual yang menghasilkan sebagian dari bisnis sebagai sesuatu yang bukan biaya kegiatan social. Kegiatan-kegiatan yang merupakan unsure actual dihasilkan dari bisnis termasuk hal-hal seperti menghasilkan penghijauan dalam pemenuhan hokum lokasi industrial, menghasilkan perencanaan komersial dan menghasilkan bisnis konservasi alam untuk keuntungan. Sebaliknya, pengungkapan bisnis penghijauan dihasilkan untuk mencegah desertifikasi yang dikarakteristikkan sebagai biaya kegiatan social.

Biaya perbaikan kembali lingkungan alam terhadap lingkungan alam sebelumnya merupakan biaya yang terjadi untuk perbaikan dampak lingkungan. Ketentuan atau pembayaran asuransi merupakan biaya yang dibebankan pada pengeluaran perusahaan sesuai dengan anggaran degradasi lingkungan setelah kejadian terjadi. Biaya ini secara tidak langsung membantu terhadap peringanan dampak lingkungan. Biaya untuk degradasi sesuai menyajikan keseluruhan biaya yang terjadi setelah beberapa jenis dari kerusakan yang terjadi dan tidak secara langsung membantu terhadap peringanan dampak lingkungan. Menjadi hal terbaik bagi perusahaan tidak untuk membuat setiap biaya pemeliharaan lingkungan. Biaya dapat mengurangi seluruh implementasi kegiatan konservasi lingkungan sebelumnya.

Terdapat beberapa contoh biaya konservasi lingkungan yaitu

  • Biaya dihubungkan dengan pemanasan global
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran perlindungan lapisan ozon
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran kualitas udara
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran suara dan getaran
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran konservasi lingkungan untuk air,tanh, dan lingkungan geologi
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran pembuangan dan daur ulang
  • Biaya dihubungkan dengan pengukuran unsure obat
  • Biaya dihubungkan dengan konservasi lingkungan alam, dan lain-lain.

Biaya dihubungkan dengan pemanasan global dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk mengurangi rumah kaca, gas, dan emisi. Biaya dihubungkan dengan pengukuran perlindungan lapisan ozon dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk mengurangi emisi dari menipisnya unsure lapisan ozon. Biaya dihubungkan dengan pengukuran kualitas udara dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan disebabkan oleh emisi udara. Biaya dihubungkan dengan pengukuran suara dan getaran dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk mengurangi suara dan getaran. Biaya dihubungkan dengan pengukuran konservasi lingkungan untuk air, tanah, dan lingkungan geologi dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas air, pencegahan dan kontaminasi tanah serta untuk mengurangi dampak lingkungan dikarenakan oleh emisi dalam air dan tanah. Biaya dihubungkan dengan pengukuran pembuangan dan daur ulang dirincikan sebagai biaya untuk mengurangi hasil barang sisa dan buangan limbah, promosi sirkulasi ulang sumber daya dan daur ulang. Biaya dihubungkan dengan pengukuran unsure obat dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan untuk risiko pengelolaan untuk mengurangi emisi dari obat yang menyebabkan dampak lingkungan. Biaya dihubungkan dengan konservasi lingkungan alam dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan berhubungan dengan usaha untuk lingkungan cagar alam. Biaya lainnya dirincikan sebagai biaya konservasi lingkungan lainnya berhubungan dengan pengukuran konservasi lingkungan.

Biaya lingkungan diklasifikasikan sebagai biaya yang berhubungan langsung dengan lingkungan atau daerah kelabu, bagian dari lingkungan atau bagian yang tidak. Invesatasi dan biaya ini dikelompokkan ke dalam daerah kelabu yang akan ditunjuk sebagai biaya yang komplek.

Keuntungan konservasi lingkungan diukur seperti perbedaan diantara dampak volume sepanjang dasar periode dan dampak lingkungan sepanjang periode di bawah audit. Sebagai aturannya, dasar periode dibandingkan dengan istilah keuangan sebelumnya.

Perbedaan dalam volume dampak lingkungan diantara dasar periode dan periode sekarang mengacu pada keuntungan yang diperoleh sepanjang kegiatan konservasi lingkungan, yang dianggap sebagai perbedaan dalam jumlah volume dari dampak lingkungan selama dua periode. Rumus yang dapat dijadikan bahan pertimbangan adalah:

 

 

Keuntungan konservasi lingkungan =

Total dampak volume lingkungan didasarkan pada periode –

Total dampak volume lingkungan dari periode sekarang

 

 

 

 

 

 

 

Dalam menghitung jumlah volume dari dampak lingkungan, diperlukan evaluasi kegiatan konservasi lingkungan sepanjang alas an mencerminkan kegiatan actual yang akan dihitung. Dampak volume lingkungan untuk dasar periode disesuaikan menurut kenaikan atau penurunan dalam perbandingan kegiatan bisnis dengan periode sekarang. Metode ini menghitung perbedaan diantara volume dampak lingkungan untuk periode sekarang dan nilai penyesuaian untuk dasar periode:

 

Keuntungan konservasi lingkungan =

Volume dari dampak lingkungan didasarkan pada periode x

(volume dari kegiatan bisnis dalam periode sekarang/volume kegiatan bisnis dalam dasar periode) –

volume dari dampak lingkungan pada periode sekarang

 

 

 

 

 

 

 

           

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengungkapan akuntansi lingkungan. Pengungkapan dalam akuntansi lingkungan merupaka jenis pengungkapan sukarela. Pengungkapan akuntansi lingkungan pada bahasan ini merupakan pengungkapan informasi data akuntansi lingkungan dari sudut pandang fungsi internal akuntansi lingkungan itu sendiri, yaitu berupa laporan akuntansi lingkungan. Laporan tersebut harus didasarkan pada situasi actual pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Data actual diungkapkan ditentukan oleh perusahaan sendiri atau organisasi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan ketika pengungkapan data eksternal akuntansi lingkungan untuk mengklarifikasi prasarat dari pengungkapan data, supaya stakeholders memperoleh pemahaman konsisten dari data akuntansi lingkungan. Adapun dimensi dalam pengungkapan data akuntansi lingkungan dala hal ini meliputi:

 

 

 

 

  • Proses dan hasil kegiatan konservasi lingkungan
  • Item-item yang membentuk dasar akuntansi lingkungan
  • Hasil yang dikumpulkan dari akuntansi lingkungan

Item-item yang membentuk dasar akuntansi lingkungan adalah:

  1. Status

Terdiri atas periode target dan lingkup pengumpulan

  1. Indeks dan standar perhitungan untuk biaya konservasi lingkungan

Terdiri atas pengumpulan biaya penyusutan, standar untuk kelengkapan pembukuan biaya, standar pembukuan ketika kategori dikumpulkan berhubungan dengan kegiatan konservasi lingkungan

  1. Rincian dari kegiatan konservasi lingkungan dan standar perhitungan
  2. Rincian hubungan keuntungan ekonomi dengan kegiatan konservasi lingkungan serta standar perhitungan
  3. Standar pengumpulan untuk memperkuat akuntansi lingkungan
  4. Revisi terhadap pentingnya kebijakan akuntansi lingkungan

Hasil yang dikumpulkan dari akuntansi lingkungan adalah:

  1. Biaya konservasi lingkungan

Biaya ini menunjukkan hasil yang dikumpulkan dengan menjumlahkan biaya konservasi lingkungan dari kategori yang sesuai dengan kegiatan bisnis serta rincian kegiatan

  1. Keuntungan konservasi lingkungan

Biaya ini menunjukkan hasil yang dikumpulkan yang menjumlahkan volume dari dampak lingkungan menurut penunjuk prestasi lingkungan dan konservasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

  1. Keuntungan ekonomi berhubungan dengan kegiatan konservasi lingkungan

Dalam hal ini ditunjukkan keuntungan actual dan keuntungan ekonomi

 

 

 

  1. Jadwal pernyataan lingkungan

Pada bagian ini ditunjukkan pentingnya informasi untuk mendukung data biaya konservasi lingkungan, keuntungan konservasi lingkungan dan hubungan keuntungan ekonomi dengan kegiatan konservasi.

 

  1. 3.      Cost and benefit Akuntansi Lingkungan

Manfaat dari mengadopsi akuntasi lingkungan adalah:

  • Perkiraan yang lebih baik dari biaya sebenarnya pada perusahaan untuk memproduksi produk atau jasa
  • Mengidentifikasi biaya-biaya sebenarnya dari produk,proses,system,atau fasilitas dan menjabarkan biaya-biaya tersebutpada tanggung jawab manajer
  • Membantu manajer untuk menargetkan area operasi bagi pengurangan biaya dan perbaikan dalam ukuran lingkungan dan kualitas
  • Membantu dengan penanganan keefektifan biaya lingkungan atau ukuran perbaikan kualitas
  • Memotivasi staf untuk mencari cara yang kreatifuntuk mengurangi biaya-biaya lingkungan
  • Mendorong perubahan dalam proses untuk mengurangi penggunaan sumber daya dan mengurangi, mendaur ulang,atau mengidentifikasi pasar bagi limbah
  • Peningkatan kepedulian staf terhadap isu-isu lingkungan, kesehata, dan keselamatan kerja
  • Meningkatkan penerimaan konsumen pada produk atau jasa perusahaandan sekaligus meningkatkan daya kompetitif

 

 

 

 

 

Akuntansi lingkungan dapat mendukung pembuatan keputusan di perusahaan dalam hal:

  • Penganggaran modal adalah proses menganalisis alternative investasi dan memutuskan investasi mana yang akan digunakan dalam standar keungan yang mana mempertimbangkan aliran pendapatan dan biaya-biaya dihasilkan dari sepanjang waktu investasi
  • Pemilihan produk – perusahaan secara rutin membuat keputusan mengenai produk mana untuk dapat didasarkan pada pertimbangan biaya mereka. Biaya-biayanya termasuk tidak hanya biaya pembelian, namun biaya yang terjadi karena menggunakan dan membuang produk pada akhir masa penggunaannya.
  • Manajemen limbah – perusahaan menghasilkan sejumlah besar limbah yang pilihan pengolahan dan pembuangannya ditentukan oleh komposisi aliran limbah. Karena biaya-biaya pembuangan adalah biaya-biaya lingkungan,mencoba untuk meminimalkan biaya-biaya ini akan mendapat manfaat dari akuntansi lingkungan

Hambatan dalam penerapan akuntansi lingkungan:

  • System pendukung Informasi akuntansi yang kurang/tidak cukup. Informasi mengenai biaya lingkungan sangat kurang.sistem akuntansi- idealnya informasi sumber biaya- umumnya tidak cukup untuk kebutuhan akuntansi lingkungan,diman manfaat-manfaatnya dari memisahkan biaya-biaya lingkungan dari pos overhead dalam rangka untuk menelusuri biaya ke produk atau aktivitas yang menyebabkan biaya tersebut rancuh.
  • Hubungan yang kurang antara bidang pembelian dan bagian sumber daya. Hubungan institusional antara pembeliah atau usaha mendapatkan dan fungsi-fungsinya sumber daya sangat lemah. Ketika penggunaan tim pendapatan produk antar fungsi terlihat meningkat,hal ini cenderung difokuskan pada mengintegrasi secara efektif criteria klinis ke dalam keputusan pembelian, terutama usaha-usaha standarisasi. Input sumber daya cenderung secara spesifik diminta hanya bagi keputusan dengan aspek lingkungan yang jelas- seperti kontrak manajemen limbah.
  • Halangan pembelian. Seperti fasilitas di banyak sector lain, fasilitas penjagaan kesehatan seringkali merupakan subyek pada halangan pembelian yang cenderung mengurangi alternative-alternatif produk dari mana mereka mungkin dipilih secara efektif.

 

  1. 4.      Bagaimana memulai akuntansi lingkungan?

Kerja sukses akuntansi lingkungan tergantung pada dua faktor penting:

Pertama, harus difokuskan pada menjawab pertanyaan kebijakan penting. Hal ini memastikan bahwa pekerjaan akuntansi menanggapi permintaan nyata bagi panduan kebijakan, dan tidak didorong hanya oleh keinginan untuk membangun database.SimaBaca secara fonetik

Kedua, ia harus membawa pemain utama di bidang kebijakan lingkungan, ekonomi kebijakan, akuntansi pendapatan nasional, dan pengembangan sistem informasi mengenai lingkungan, ekonomi, dan penduduk. Hal ini memastikan bahwa orang-orang yang baik bisa menggunakan atau memberikan data yang dibutuhkan akan bekerja sama dengan dan mendukung proyek tersebut.

Langkah-langkah di bawah ini menunjukkan kegiatan yang mungkin terlibat dalam memulai bekerja pada lingkungan akuntansi:

  • Pelajari lebih lanjut tentang subjek, dengan membaca dan jika mungkin dengan berbicara kepada orang lain dengan pengalaman di daerah tersebut. belajar ini harus mencakup tujuan rekening, kebijakan pertanyaan yang mereka bisa menjawab, metode yang berbeda untuk struktur mereka, dan seterusnya.
  • Bawalah bersama pemain kunci di negara ini dan membantu mereka belajar tentang subjek. Kunci pemain mungkin mencakup perwakilan dari kantor akuntansi nasional, bank nasional dan departemen lingkungan, keuangan, perencanaan, atau perekonomian; akademisi dan peneliti pada hubungan ekonomi-lingkungan, dan lingkungan yang bersangkutan atau pembangunan berkelanjutan organisasi. Keputusan lebih lanjut tentang proyek akuntansi
    harus dibuat oleh pemain kunci sebagai sebuah kelompok.
  • Identifikasi pertanyaan kebijakan menekan yang dihadapi negara. Di mana ada permintaan yang jelas untuk memahami lebih baik hubungan antara lingkungan dan ekonomi? Apakah khusus berbasis sumber daya alam sektor penting bagi perekonomian? Apakah sumber daya tertentu menghambat pembangunan ekonomi? Apakah masalah polusi semakin penting, mempengaruhi kesejahteraan, atau memaksakan biaya yang berlebihan?
  • Pilih fokus sektoral dan daerah untuk bekerja pada yang memastikan bahwa isu-isu kebijakan kunci akan ditangani.
  • Pilih pendekatan metodologis (atau pendekatan) yang akan praktis dan juga akan
    mengaktifkan account untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kebijakan utama. Ini bisa melibatkan berikut metodologi SEEA, atau bisa melibatkan beberapa kombinasi pendekatan, tergantung pada kebutuhan negara dan pertanyaan-pertanyaan harus dijawab.
  • Pilih sebuah institusi untuk melaksanakan pekerjaan akuntansi awal. Sementara dalam jangka panjang akun lingkungan kemungkinan untuk datang di bawah kewenangan mereka yang bertanggung jawab akuntansi nasional, seringkali kelompok-kelompok tidak bersedia untuk memulai pekerjaan karena dianggap terlalu eksperimental. Sebaliknya, pekerjaan awal dapat dilakukan oleh lingkungan departemen, kelompok penelitian yang berafiliasi dengan pemerintah, atau pemain lain yang memiliki yang kuat saham di hasil tetapi kurang mengambil risiko dengan menempatkan nama mereka pada pekerjaan eksperimental. Hal ini penting bahwa pemain kunci menyepakati sebuah institusi untuk memimpin kegiatan ini, salah satu yang akan menerima dukungan dan kerjasama yang bekerja membutuhkan.
  • Membangun sebuah tim untuk menyusun akun. Kemungkinan untuk memasukkan staf lembaga memimpin usaha, staf rinci dari lembaga-lembaga penting lainnya, dan konsultan untuk memberikan keahlian teknis akuntansi lingkungan atau pada isu-isu spesifik terkait dengan lingkungan. Anggota tim harus memiliki landasan yang kuat di bidang ekonomi dan isu lingkungan, dan harus berharap untuk menghabiskan sejumlah besar waktu untuk mencari data dan komputer menggunakan untuk mengelola dan memanipulasi mereka.
  • Membangun set pertama akun. Seperti perhitungan pendapatan nasional, lingkungan rekening harus diproduksi setiap tahun, atau setiap beberapa tahun, untuk mengembangkan data deret waktu; sehingga proses akuntansi iteratif. Iterasi pertama akan menjadi masa start-up dan pelatihan, ketika semua pemain mempelajari apa yang benar-benar terlibat dan mengembangkan lebih dalam pemahaman kegiatan. Tim akuntansi akan ingin menetapkan kerangka akun dan mulai mengumpulkan data untuk mengisi itu masuk ini akan membutuhkan pengembangan saluran komunikasi baru, sistem baru untuk berbagi informasi, dan baru mekanisme untuk koordinasi di antara para pemain yang terlibat. Sementara beberapa data untuk membangun account mungkin tidak tersedia, tim akan harus mencari semua data tersedia, menggunakan apa yang mereka dapat menemukan, dan mengembangkan proxy wajar untuk apa yang hilang.
  • Mempublikasikan hasil awal dan menyebarkan secara luas. Bahkan jika mereka secara statistik lemah, sangat penting untuk menerbitkan mereka dan menggunakannya untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan kebijakan penting dari awal, karena beberapa alasan. Pertama, penyebaran luas publikasi tersebut akan meningkatkan kesadaran akan bekerja dan menunjukkan bagaimana hal itu dapat mengatasi pertanyaan kebijakan. Hal ini akan membuat dukungan politik dan sosial tambahan untuk melembagakan akun. Kedua, penerbitan hasil awal berdasarkan data yang lemah ini akan membantu dalam mengidentifikasi data yang lebih baik. Seringkali data yang ada, tetapi mereka yang mengendalikan mereka tidak melihat koneksi ke akuntansi bekerja, atau enggan untuk membuat mereka tersedia. Semakin banyak hasil yang tersedia, semakin banyak orang akan melihat sambungan data yang ada lainnya dan tekanan akan meningkat menjadi
    membuat mereka tersedia bagi proyek ini.
  • Dalam tahun-tahun berikutnya, fokus pekerjaan akuntansi akan ditentukan oleh
    hasil dari siklus pertama rekening. Ini akan menjadi penting secara rutin untuk memperbarui rekening, sehingga mereka mulai menyajikan catatan tentang bagaimana ekonomi-lingkungan hubungan yang berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu, daerah dimana biaya atau dampak lingkungan ditemukan akan sangat besar mungkin memerlukan pekerjaan lebih lanjut atau data primer tambahan koleksi. Muncul keprihatinan kebijakan dapat diperkenalkan ke dalam kerangka akuntansi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. V.    Penutup

Hipotesis

Akuntansi sebagai ilmu terapan sebenarnya memiliki cakupan yang sangat luas. Pandangan orang awan terhadap akuntansi dewasa ini ternyata semakin terbatasi dengan apa yang dikenal para professional akuntansi sebagai akuntansi keuangan. Padahal ketika kita mencoba mengkaji lebih mendalam, ternyata ilmu akuntansi bukan lagi ilmu yang berdiri sendiri dan hanya bergelut dengan perhitungan angka-angka dan mencari keseimbangan dalam neraca.

Dewasa ini, para professional akuntansi mulai menyadari perannya sebagai stakeholder atas kinerja perusahaan. Baik itu mereka sebagai direksi, manajer,pegawai, auditor, bahkan masyarakat awam sekalipun. Hal ini mendorong kesadaran untuk mengkaji hal-hal yang menyangkut kinerja perushaan ini. Dalam hal ini, hubungan kinerja perusahaan dengan lingkungan.

Professional akuntansi akhirnya merumuskan adanya metode baru mengenai akuntansi yang berbasis lingkungan. Hal ini didorong dengan munculnya kegelisahan para stakeholder yang mengharapkan keseimbangan ekosistem.

Konsep ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kegelisahan para professional akuntansi memandang kerusakan lingkungan. Akuntansi lingkungan mampu menjadi wadah bagi para profesioanl akuntansi untuk memberikan solusi terhadap kerusakan lingkungan tanpa meninggalkan fitrahnya sebagai professional akuntansi.

 

 

 

 

 

 

VI. Daftar Pustaka

http://www.pustakaskripsi.com/analisa-penerapan-akuntansi-lingkungan-1442.html

www.yahoo.com (Yahoo Answer)

Ikhsan, Arfan.2007.Akuntansi Lingkungan dan Pengungkapannya.Graha Ilmu.Malang

Artikel Environmental Accounting (IUCN The World Conservation Union)

This entry was posted in Metode Penelitian Akuntansi. Bookmark the permalink.

2 Responses to PERANAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM PENANGGULANGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

  1. sp seno says:

    Terima kasih, artikelnya sangat membantu

  2. HOSTING Bina Antarbudaya Chap. MKS says:

    Sama-sama :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s