Metode Ilmu

Metode Ilmu

 

Filsafat ilmu mengkaji misalnya pertanyaan pertanyaan seperti ciri apa yang membedakan ilmu dengan pengetahuan yang lain, bagaimana cara menarik kesimpulan ilmiah secara benar, sarana apa yang diperlukan dalam kegiatan berfikir ilmiah

 

Ciri-ciri spesifik pengetahuan mengenai

– apa (ontologi )

– bagaimana ( epistemologi )

– untuk apa ( aksiologi )

 

Pengetahuan ilmiah (ilmu) dapat dikatakan alat manusia untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Pemecahan tersebut pada dasarnya dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Meramalkan dan mengontrol gejala alam sudah lama dilakukan oleh manusia yang kemudian berkembang menjadi pengetahuan berakar pada pengalaman berdasarkan akal sehat ( common sense ) serta didukung oleh metode mencoba-coba (trial and error )

 

Ilmu adalah sekedar alat dan semuanya bergantung kepada kita apakah kita mempergunakan alat itu dengan baik atau tidak

Ilmu memandang kebenaran sebagai tujuan yang mungkin dapat dicapai namun tak pernah sepenuhnya yang kapan kita itu sampai

 

Ilmu mempunyai dua peran ( Bertrand Russell )

1. Sebagai metafisika

2. Akal sehat yang terdidik

 

Metode ilmiah

 

Metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar

– Merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu

– Merupakan gabungan dari rasionalisme dan empirisme

– Akar berfikir metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah :

1. Perumusan masalah

2. Perumusan kerangka berfikir

3. Perumusan hipotesis

4. Pengujian hipotesis

5. Penarikan kesimpulan

 

Metode ilmiah penting baik dalam proses penemuan pengetahuan lebih-lebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmiah Perbedaan utama dari metode ilmiah dibandingkan dengan metode penelitian lain adalah sifatnya yang sistematik dan eksplisit

Ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran absolute melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan tertentu Ilmu memandang kebenaran sebagai tujuan yang mungkin dapat dicapai namun tangkapan kita tidak sepenuhnya sampai.

This entry was posted in Metodologi Penelitian Kebudayaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s