Young Samurai 2

  1. I.       PENDAHULUAN

Buku ini berjudul YOUNG SAMURAI 2 (The Way of The Sword) ditulis oleh Chris Bradford. Buku ini berlatar di Jepang, Agustus 1612. Di dalam buku ini diceritakan seorang anak berkebangsaan Inggris yang di angkat menjadi anak oleh seorang samurai Jepang (Masamoto). Anak ini bernama Jack. Kedua orang tuanya telah meninggal dibunuh oleh ninja Si Mata Naga Dokugan Ryu. Sedangkan adiknya,Jane, dia tak tahu keberadaannya dimana. Keluarga tersebut dikejar-kejar karena Ayah Jack memiliki sebuah rutter yang menunjukkan rute strategis tentang pelayaran dunia. Bagi siapa pun yang memiliki rutter tersebut, mampu menguasai dunia. Berikutnya karena rutter tersebut dimiliki oleh Jack, sehingga ninja si Mata Naga mengejar Jack.

Setelah diangkat anak oleh Masamoto, Jack pindah ke Jepang. Di sana dia dimasukkan ke sekolah samurai yang dipimpin sendiri oleh Masamoto. Di sekolah tersebut Jack mempunyai teman karib bernama Akiko dan Yamato. Yamato adalah anak dari Masamoto. Awalnya, Yamato tidak bersimpati kepada Jack karena merasa perhatian Masamoto teralih kepada Jack. Menurut Yamato, Jack menjadi anak kesayangan Masamoto menggantikan kakak Yamato yang meninggal. Akiko adalah teman perempuan Jack yang sangat pandai dalam pelajaran. Akiko juga sepertinya memberikan perhatian yang cukup besar kepada Jack.

Pada tahun ini sekolah yang bernama Niten Ichi Ryu mengadakan tradisi lingkaran tiga. Setelah itu, yang berhasil melewati lingkaran tiga itu berhak mempelajari dua surga. Jack yang keinginannya untuk bertemu dengan adiknya, Jane, sangat kuat sehingga dia bertekad untuk dapat berhasil melewati tantangan tersebut.

Dalam perjuangannya untuk dapat menerima tantangan tersebut, ternyata Jack melawati banyak rintangan. Salah satunya berasal dari seorang murid yang bernama Kazuki. Kazuki memiliki kelompok yang diberinya nama geng kalajengking. Kazuki melontarkan isu tentang pencarian orang-orang beragama Kristen serta orang asing (gaijin) oleh daimyo Kamakura untuk disingkirkan. Hal ini menjadi senjata ampuh untuk melemahkan Jack. Selain itu, ancaman dari si Mata Naga juga tidak berhenti. Selalu ada kegelisahan yang dirasakan oleh Jack. Namun, ada juga keinginan terbersit untuk bertemu dengannya untuk membalas dendam karena telah membunuh kedua orang tuanya.

Setelah melewati pelajaran demi pelajaran dari para guru Jack yang pada awalnya tidak bisa mendaftarkan namanya di ujian lingkaran tiga karena tidak mempunyai unsur kanji dalam namanya namun berkat temannya, dia berhasil mendaftarkan dirinya juga. Setelah melewati ujian, walaupun tidak ada yang berhasil dilewatinya namun berdasarkan kesepakatan dari semua sensei, Jack diluluskan bersyarat. Dia wajib mengikuti latihan berkelanjutan. Yamato yang tidak lulus dalam tahap selanjutnya sempat merasa terhina karena sebagai anak pemilik Niten Ichi Ryu, dia tidak berhasil lolos. Namun, dia diminta untuk menjadi partner latih dari Jack.

Setelah mendapatkan latihan berkelanjutan yang sangat keras, Jack berhasil melewati tantangan lingkaran tiga tersebut dengan susah payah. Bahkan dia sempat mendapatkan ancaman kembali dari si Mata Naga yang mencari terus rutter tersebut. Si Mata Naga sempat mengira Jack telah terbunuh. Namun, akhirnya mereka bertemu kembali ketika Dokugan Ryu berusaha mencuri rutter yang telah disembunyikan Jack di kediaman daimyo Takatomi. Disana Akiko sempat terkena racun yang dimiliki oleh kunoichi (ninja wanita). Jack yang mengira mimpi pertamanya di hatsuhinode tentang kematian, itu merupakan kematian Akiko. Namun ternyata Akiko berhasil disembuhkan.

Rutter milik ayah Jack berhasil dimiliki oleh Dokugan Ryu. Jack yang merasa bertanggung jawab akhirnya bertekad untuk mengambil kembali rutter itu dengan jalan hidup naga. Cerita ini bersambung ke buku ketiga seri ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. II.    PEMBAHASAN

a. Unsur Sejarah

v  Sudah terdapat komunitas ninja dan sekolah samurai pada abad ke 17 tepatnya tahun 1612

v  Masuknya agama Kristen yang menjadi pemahaman baru di Jepang pada saat itu.

v  Pengaruh agama Kristen yang kuat ditentang oleh daimyo yang berkuasa pada daerah tertentu. Menurut sejarah, ketika pada akhirnya Tokugawa menyatukan jepang, satu dari tindakan utamanya adalah untuk mengusir orang-orang Kristen. Namun, pada saat itu jepang yang masih terdesentralisasi menyebabkan banyaknya daimyo yang berkuasa pada satu daerah tertentu. Telah ada banyak daimyo yang diinjilkan dan para penyebar agama Kristen tersebut dilindungi oleh mereka. Sebenarnya penentangan agama Kristen ini diawali dengan pembatasan yang dilakukan oleh Toyotomi Hideyoshi yang menolak Negara-negara Eropa memasuki Jepang melebar menjadi penentangan Kristen di Jepang yang dianggap sebagai agama yang dibawa oleh masayarakat Eropa dan digunakan sebagai alat untuk menghimpun kekuatan. Awalnya Tokugawa Ieyasu sebagai penerus hideyoshi tidak terlalu ketat menghadapi kekristenan ini. Namun ketika Belanda mulai masuk ke Jepang yang membawa paham protestan menyebabkan tokugawa mengambil langkah serupa dengan pendahulunya. Pada tahun 1612, tokugawa Ieyasu menunjukkan arah anti Kristen setelah insiden yang terjadi di Madre de Deus. Alasannya tampak secara jelas dalam ‘pengusiran terhadap Bateren’ yang disusun oleh biksu zen yang bernama Konchin Suden di Iegasu pada tanggal 1 februari 1614. Ada dua hal penting sebenarnya mengapa terjadi anti Kristen pada saat itu yaitu hal-hal yang bersifat ideologis dan tentang politik praktis.

v  Berlaku system daimyo yang berkuasa pada suatu daerah tertentu

v  Masuknya pengaruh barat ke Jepang

v  Pada jaman tersebut muncul istilah musha shugyo

v  Berkembang upacara minum teh, origami,bushido

v  Kota Iga ueno merupakan basis pertahanan klan Iga dan pegunungan yang ada disekitarnya memberikan perlindungan terhadap upaya Jendral nobunaga dalam menghancurkan ninja 30 tahun lalu. Di daerah ini dulunya dihuni oleh banyak ninja. Selain pria, ada pula ninja wanita yaitu kunoichi.

 

b. Unsur Budaya

v  Menggambar mata di boneka daruma

v  Bushido berarti “Jalan Ksatria”, adalah pedoman bangsa Jepang dalam berprilaku yang mirip dengan konsep kebangsawanan di Inggris. Para pendekar samurai diwajibkan untuk mematuhi tujuh prinsip moral dalam latihan bela diri mereka, dan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tujuh kebaikan bushido: integritas (gi),keberanian (yu),welas asih (jin), kehormatan (rei), kejujuran (makoto),martabat (meiyo), kesetiaan (chungi)

v  Mengucapkan itadakimasu ketika makan

v  Upacara minum teh (cha-no-yu)

Ada empat prinsip tuntunan dalam upacara minum teh: harmoni, kehormatan,kemurnian, dan ketenangan. Saat memasuki roji, jangan menginjak pada bagian sambungan di antara alas. Jangan berjalan atau menyentuh bagian tengah tatami tempat tungku. Kita harus berlutut dalam posisi seiza sepanjang upacara, dan jangan lupa untuk mengagumi kerai, mengamati ketel dan tungku, dan beri komentar menyenangkan tentang irus dan wadah the saat mereka memberikannya padamu untuk diamati.

Tata cara cha-no-yu:

Pembuat the mengisyaratkan tamu untuk bergabung dengan tamu yang lain, lalu dinyalakan batu bara kecil di tungku, dan memasukkan dupa ke dalam nyala api. Sambil masuk ke ruang persiapan melalui pintu rahasia di sebelah kanannya, pembuat mengambil sebuah mangkuk the hitam berisi pengocok dari bamboo, kain linen putih, dan irus dari gading yang ramping. Setelah kembali, dengan teliti dia mengatur benda-benda itu di dekat sebuah kendi air besar berbentuk oval yang diletakkan di tengah tatami. Setelah itu, pembuat membawa mangkuk air kedua, sebuah sendok bamboo panjang, dan alas bamboo hijau untuk tutup ketel. Setelah menutup pintu shoji dibelakangnya, dia lalu mengatur dirinya dalam posisi seiza. Dengan memulai upacara, dia mengambil secarik kain sutera halus warna ungu cerah dari obi-nya dan memulai ritual pembersihan irus serta wadah the. Setiap gerakan sangat luar biasa terukur dan sarat dengan simbolisme. Saat the dibuat dengan air yang diambil dari kedalaman pikiran, yang dasarnya diluar takaran, maka kita benar-benar mengadakan apa yang dinamakan cha-no-yu.

v  Shodo bentuk seni sama seperti pertarungan tangan kosong dan keahlian berpedang.

v  Budaya fudoshin yang dianut oleh para samurai

v  Seni origami yang mengajarkan tentang

v  Buddhisme adalah sebuah filosofi yang terbuka untuk semua agama. Inilah sebabnya orang Jepang tidak memiliki masalah untuk mengikuti Shintoisme- agama asli mereka – menerapkan ajaran buddhisme, dan bahkan berganti agama menjadi Kristen, pada saat yang sama.

v  Budaya meditasi yang diadopsi dari ajaran buddhisme

v  Penyebutan gaijin bagi orang asing, suatu penghinaan

v  Budaya irezumi (tattoo)

Budaya irezumi ini sebenarnya di ambil dari tradisi kaum Bakuto yang merupakan cikal bakal yakuza di Jepang. Pada tahun 1612 yakuza sudah berkembang di jepang. Dari kaum Bakuto muncul tradisi menandai diri denga tato disekujur tubuh (irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas jari kelingking yang dipotong membuat si empunya tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi symbol ketaatan terhadap pemimpin. Dalam novel ini bentuk irezumi yang dilakukan adalah pemberian cap kalajengking di bagian dada setiap anggota geng kalajengking yang dipimpin oleh kazuki, musu bebuyutan Jack di sekolah.

v  Melihat perubahan warna daun pohon maple di musim semi (momiji gari)

v  Permainan yuki gassen

v  Tiga kesalahan bagi seorang samurai ketakutan, keraguan, dan kebingungan

v  Mushin artinya berada dalam keadaan tidak berpikir

v  Perayaan ganjitsu yaitu sebuah festival yang menandai awal tahun baru. Orang Jepang ternyata tidak merayakan tahun baru di awal bulan januari tetapi menurut penanggalan cina yaitu beberapa minggu sebelum datangnya musim semi. Pada ganjitsu ini lonceng dibunyikan sebanyak 108 kali. Umat Buddha percaya bahwa manusia menderita akibat seratus delapan nafsu atau dosa. Dengan setiap dentang lonceng, satu per satu dosa terhapus, dan kejahatan-kejahatan di tahun sebelumnya dimaafkan. Tata cara berdoa sebatang dupa dinyalakan dengan menggunakan lilin. Lalu dupa tersebut ditancapkan diantara sisa-sisa kumpulan dupa yang terbakar. Lalu membungkuk dua kali kea rah patung Buddha, diikuti dengan dua kali tepukan tangan dan sebuah bungkukan terakhir. Setelah itu ada pula yang dikenal dengan nama hatsuhinode. Arti harfiahnya adalah terbitnya matahari pertama di tahun baru. Dalam acara tersebut orang Jepang merenungkan tahun yang sudah lewat, mengubur yang buruk dan mengenang yang baik, lalu membuat harapan untuk tahun baru. Orang Jepang biasanya memberikan perhatian khusus pada sesuatu yang pertama kali dilakukan, entah itu kunjungan pertma ke kuil, matahari terbit pertama atau mimpi pertama. Adapun kita memakan mocha pada saat itu, meminum sencha, ada pula permainan hanetsuki (permainan memukul kok, ketika ada yang tidak bisa memukul kok tersebut, mukanya akan ditandai dengan tinta)

v  Di Jepang pada zaman dahulu kala ketika pertarungan atau duel masih sangat populer ada trik yang sangat terkenal yaitu cobalah menyerang musuhmu pada titik di mana matahari terbenam tepat bersinar di  matanya. Hal ini seperti yang digambarkan dalam duel paling fenomenal antara musashi dan kojiro.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. KESIMPULAN

Young Samurai 2 (the way of the sword) merupakan fiksi historis. Sejarah yang ada di dalamnya sebagian besar hanya fiksi belaka. Dilihat dari nama-nama tokoh yang ditampilkan merupakan rekaan penulis belaka. Sejarah yang sebenarnya mulai tahun 1612 adalah telah masuk pada zaman Edo. Pada saat itu shogun yang berkuasa adalah Tokugawa Ieyasu. Zaman tersebut sudah memasuki zaman Edo. Zaman Edo berpusat di daerah Edo (sekarang disebut Tokyo). Pada tahun 1612 dibangun Puri Nagoya. Tokugawa Ieyasu adalah shogun pertama dari zaman Edo yang berkuasa di Jepang selama 270 tahun.

Dalam cerita young samurai ini pula diangkat kisah tentang orang asing yang menuntut ilmu di negeri Jepang. Hal ini menunjukkan mulai adanya interaksi antara Jepang dengan Negara barat khususnya Inggris (dikisahkan daerah asal tokoh utama tersebut).

Selain itu, dalam kisah ini pula memberikan gambaran umum tentang penerimaan agama baru yaitu Kristen di Jepang. Dari kisah ini pula dapat diketahui beebrapa budaya Jepang dan asal mulanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. SUMBER

Sumber utama dari makalah ini adalah buku Young Samurai 2 (The Way of The Sword) tersebut serta sumber pendampingnya adalah buku

Selain itu,informasi tambahan penulis dapatkan dari internet berupa artikel-artikel sejarah serta artikel-artikel budaya.

This entry was posted in Resensi Buku, Sejarah Jepang Kuno. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s