KRITIK Sastra

Kritik sastra menurut beberapa ahli

  • HB Jassin mengemukakan bahwa kritik sastra adalah pertimbangan baik buruknya suatu hasil karya sastra, yaitu semacam penilaian, tanggapan, dan komentar terhadap suatu karya sastra.
  • William Flint Thrall dan Addison Hibbard dalam bukunya A Handbook to Literature (1960) mengemukakan bahwa kritik sastra adalah merupakan keterangan, kebenaran analisis atau judgment suatu karya sastra.
  • Andre Hardjana, dalam bukunya Kritik Sastra; Sebuah Pengantar (1981) mendefinisikan kritik sastra sebagai hasil usaha pembaca dalam mencari dan menentukan nilai hakiki karya sastra lewat pemahaman dan penafsiran sistematik; yang dinyatakan dalam bentuk tulisan.
  • Gayley dan Scott (Drs. Liaw Yock Fang, 1970), kritik sastra adalah mencari kesalahan (fault-finding), memuji (to praise), menilai (to judge), membanding (to compare), dan menikmati (to appreciate).
  • L.L Duroche (1967) dengan mengutip pendapat Stanley Edgar Huyman, yang mengartikan kritik sastra menjadi tiga yaitu:
  1. Kritik sastra adalah penilaian (evaluation).
  2. Kritik sastra adala interpretasi (interpretation), sebab: (a) belum adanya ukuran yang baku, dan (b) ukuran itu sendiri tidak dapat disusun.
  3. Kritik sastra adalah penilaian dan interpretasi.

Dari beberapa uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kritik sastra adalah upaya menentukan nilai hakiki karya sastra dalam bentuk memberi pujian, mengatakan kesalahan, memberi perimbangan lewat pemahaman dan penafsiran yang sistematik

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kritik sastra adalah:

  • Agar kritik sastra dapat memenuhi dan menjalankan fungsinya secara baik dituntut beberapa persyaratan, antara lain sebagai berikut:
  1. Kritik sastra (kritikus) dengan karyanya harus berupaya membangun dan menaikkan taraf kehidupan sastra.
  2. Melakukan kritik secara objektif tanpa prasangka, dan dengan jujur dapat mengatakan yang baik itu baik dan yang kurang itu kurang.
  3. Mampu  memperbaiki cara berpikir, cara hidup, dan cara bekerja para sastrawan sebab hal itu memberi pengaruh terhadap hasil karyanya.
  4. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkup kebudayaan dan tata nilai yang berlaku , dan memiliki rasa cinta dan rasa tanggung jawab yang mendalam terhadap pembinaan kebudayaan dan tata nilai yang benar.

Dapat membimbing pembaca berpikir kritis dan dapat menaikkan kemampuan apresiasi masyarakat terhadap sastra.

This entry was posted in Kritik Sastra. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s