Perjalanan Hidup ke Jepang (Latihan persiapan pidato di kelas bahasa Jepang, versi Indonesia)

Bersekolah di jepang merupakan impian ku sejak kecil. Di waktu kecil sering terbayangkan hal-hal menarik yang bisa saya dapatkan bila saya pergi bersekolah di jepang. Orang tua saya mengetahui mimpi saya ini, mereka bahkan memasukkan saya ke kursus bahasa jepang sewaktu SMP sebagai persiapan bahasa ke Jepang. Walaupun saya ikut kursus bahasa jepang, tetapi kemampuan bahasa jepang ku tidak bisa dibilang cukup sebagai persiapan ke jepang. Beberapa kali saya batal ke jepang untuk mengikuti summer camp salah satunya dikarenakan SARS. Namun, akhirnya kesempatan emas datang juga. Pada saat itu SMA, saya mengikuti seleksi pertukaran pelajar dan berhasil mendapatkan beasiswa ke Jepang selama 1 tahun. Pada saat itu, saya masih SMA dan mendapatkan banyak uang dari beasiswa, sehingga selama 1 tahun, saya hanya bermain. Setelah kembali ke indonesia, dengan susah payah akhirnya saya berhasil lulus SMA. Saya bingung ketika harus melanjutkan ke jenjang universitas. Akhirnya saya putuskan untuk tetap ikut ujian dan lulus di jurusan akuntansi. Walaupun telah masuk universitas, saya masih bingung akan menjadi apa nanti setelah lulus. 1 tahun belajar di akuntansi, saya memutuskan untuk ikut ujian lagi dan berhasil lulus di jurusan sastra jepang. Saya berpikir ketika saya menjalani kedua kuliah di dua jurusan yang berbeda ini, suatu saat saya dapat menjadi akuntan profesional di Jepang. Itu hanya dapat terjadi jika saya bisa menguasai keduanya dengan baik. Namun, walaupun saya lulus di kedua jurusan tersebut, ilmu yang saya dapatkan bisa dikatakan tidak sempurna. Mengikuti kuliah di dua jurusan bagi saya bukan merupakan suatu yang membanggakan tetapi membuat cukup menyesal. Seandainya saya bisa menentukan pilihan sejak awal, saya pasti bisa lebih profesional di satu bidang.

Setelah lulus saya sempat bekerja selama kurang lebih 1 tahun. pekerjaan saya ini menuntut saya untuk dapat menggunakan bahasa selain bahasa ibu saya. Kadang saya menyesali karena tidak mempelajari dengan baik bahasa jepang ketika kuliah dulu. Saya kembali memikirkan impian masa kecil saya dan Akhirnya saya memutuskan untuk lebih fokus pada bahasa jepang dan berusaha untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Perjuangan untuk sampai ke Jepang sebagai research student cukup sulit kujalani. Persiapan berkas yang semuanya harus ditulis dalam bahasa Jepang, pencarian profesor, bahkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Dukungan keluarga sangat besar untuk mencapai cita-cita ku ini. Keluarga ku rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membiayai sekolah dan hidup ku selama berada di Jepang. Setelah berjuang selama 1-2 tahun, akhirnya saya bisa diterima sebagai research student di Nagoya university. Setelah datang di Jepang, saya harus bisa hidup sendiri, jauh dari keluarga. Saya juga harus bisa mempersiapkan diri untuk bisa masuk s2. Sekarang bukan lagi impian ku yang kubawa untuk berjuang tetapi juga impian keluargaku. Perjuangan saya masih akan terus berlanjut hingga saya dapat menyelesaikan studi sampai S3 di sini.

Apapun hal yang telah saya jalani sebelumnya membuat saya lebih bijak dalam memutuskan. Penyesalan-penyesalan yang ada di masa yang lalu kujadikan motivasi untuk melanjutkan perjuangan disini. Di agama ku juga diajarkan, apapun hasil yang telah atau akan kita terima ada makna tersembunyi yang hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang berpikir. Semoga hal-hal yang telah dilewati bisa memberikan pelajaran berharga untuk melanjutkan hidup.

This entry was posted in Nagoya's Life and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s